(Dawuan, 29/4) - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) merupakan otoritas di Indonesia yang bertugas melakukan penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan dalam melindungi Industri Dalam Negeri (IDN) dari dampak lonjakan jumlah impor yang menyebabkan kerugian serius atau ancaman kerugian serius. Selain melakukan penyelidikan, KPPI juga melakukan kunjungan langsung ke PT Nichias Rockwool Indonesia (PT NRI) selaku IDN dalam rangka monitoring dan evaluasi efektivitas pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) di tahun pertama atas produk Wol Terak (Slagwool) dan Wol Batuan (Rockwool). PT NRI memperoleh dampak positif seperti peningkatan angka penjualan dan efisiensi operasional pabrik. Direktur PT NRI, Ivan Kuntara, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas langkah responsif dalam melindungi IDN. Direktur Ivan menekankan bahwa safeguards adalah instrumen yang dapat membantu industri lokal pulih saat sedang berada di kondisi kritis. "Thank you very much to KPPI and the Ministry of Trade for implementing safeguard measures. Kebijakan ini betul-betul membantu kami dalam mencegah masuknya produk-produk impor yang membanjiri pasar domestik" ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa sebelum adanya BMTP, industri lokal dalam kondisi kritis atau "berdarah-darah". Kehadiran BMTP ini memberikan ruang bagi IDN untuk memulihkan kerugian serius dan mengoptimalkan kapasitas produksinya secara maksimal. Keberhasilan industri rockwool ini diharapkan menjadi acuan bagi sektor industri lainnya dalam memilih instrumen yang tepat untuk mengatasi kerugian serius atau ancaman kerugian serius akibat adanya lonjakan jumlah impor. Melalui BMTP, IDN memiliki pijakan kuat untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional.

