(Dawuan, 29/6) - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) selaku otoritas di Indonesia yang bertugas melakukan penyelidikan Tindakan Pengamanan Perdagangan dalam melindungi Industri Dalam Negeri (IDN) dari dampak lonjakan jumlah impor yang menyebabkan kerugian serius atau ancaman kerugian serius IDN. Selain melakukan penyelidikan, KPPI juga melakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka melihat efektivitas pengenaan BMTP di tahun pertama atas produk Wol Terak (𝘚𝘭𝘢𝘨𝘸𝘰𝘭𝘭) dan Wol Batuan (𝘙𝘰𝘤𝘬𝘸𝘰𝘰𝘭) ke PT. Nichias Rockwool Indonesia (PT. NRI) selaku IDN. PT NRI memperoleh dampak positif seperti peningkatan angka penjualan dan efisiensi operasional pabrik. Sejalan dengan pernyataan Direktur PT. NRI, Ivan Kuntara, yang menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas langkah responsif dalam melindungi IDN. Direktur Ivan menekankan bahwa safeguards adalah instrumen penyelamat saat industri lokal sedang berada di kondisi kritis. "𝘛𝘩𝘢𝘯𝘬 𝘺𝘰𝘶 𝘷𝘦𝘳𝘺 𝘮𝘶𝘤𝘩 𝘵𝘰 𝘒𝘗𝘗𝘐 𝘢𝘯𝘥 𝘵𝘩𝘦 𝘔𝘪𝘯𝘪𝘴𝘵𝘳𝘺 𝘰𝘧 𝘛𝘳𝘢𝘥𝘦 𝘧𝘰𝘳 𝘪𝘮𝘱𝘭𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘧𝘦𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥 𝘮𝘦𝘢𝘴𝘶𝘳𝘦𝘴. Kebijakan ini betul-betul membantu kami dalam mencegah masuknya produk-produk impor tidak terpantau yang membanjiri pasar domestik" ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa sebelum adanya BMTP, industri lokal dalam kondisi kritis atau "berdarah-darah". Kehadiran BMTP ini memberikan ruang bagi IDN untuk memulihkan kerugian serius dan mengoptimalkan kapasitas produksinya secara maksimal. Keberhasilan industri 𝘳𝘰𝘤𝘬𝘸𝘰𝘰𝘭 ini diharapkan menjadi acuan bagi sektor industri lainnya dalam memilih instrumen yang tepat untuk mengatasi kerugian serius atau ancaman kerugian serius akibat adanya lonjakan jumlah impor, sehingga nantinya IDN memiliki pijakan kuat untuk bersaing di pasar domestik maupun internasional.

